Apa yang membuat ide bisnis menjadi ide yang sangat bagus?

Maaf, tidak bermaksud mengecilkan hati penanya.

Sebaiknya jauhkan mindset perlu mencari ide sebelum eksekusi, karena eksekusi asal-asalan pun akan lebih menghasilkan dibanding waktu yang terbuang untuk mencari ide.

Mencari ide bisnis hanya akan menambah depresi

Biasanya, pertanyaan “bisnis mana yang cocok?” hanya bisa sukses bila ditanyakan oleh orang yang sudah memiliki bisnis dengan arus kas yang stabil dan tabungan yang cukup. Ketika ditanya oleh yang berlatar belakang tanpa penghasilan atau merasa kurang, ide bisnis sebagus apa pun hanya menambah depresi. Belum lagi jika sempat terpikir untuk memulai bisnis dengan modal orang lain, itu juga dapat menambah hutang.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Coba “jual diri” dengan cara yang baik kepada semua orang yang dikenal

Mulai dari buka daftar kontak di aplikasi HP dan lihat ada berapa kontak. Seorang anak muda yang normal memiliki setidaknya 300 kontak di HP mereka. Ajukan pertanyaan ke tiap kontak: “Lagi butuh penghasilan tambahan nih, ada yang bisa dibantu?”

Kemungkinan besar setidaknya ada 30 orang yang menawarkan bantuan atau referensi untuk pekerjaan/usaha/proyek yang bisa dilakukan. Jalankan deal yang didapatkan sebaik mungkin dan deliver kerjaan atau order bisnis dengan cara apa pun yang diperlukan, bahkan jika harus nombok. Hampir bisa dipastikan setelah satu tahun polanya dilakukan, akan banjir peluang dan tawaran berlimpah untuk digarap.

Lalu, kapan bisa mulai bertanya apa ide bisnis yang benar-benar bagus?

Jika dilakukan secara konsisten, dibutuhkan waktu kurang dari dua tahun untuk melakukan transisi dari palu gada (apa mau lu, gua ada) menjadi pola dan juga bidang yang lebih spesifik. Keterampilan dan pemahaman akan pelanggan atau klien juga pasti akan meningkat dengan sendirinya selama dua tahun. Tidak hanya itu, daya tawar dan profit hampir pasti tambah berlimpah karena pola kerja semakin efisien.

Jadi, untuk menemukan usaha yang cocok kita tidak perlu mencari ide, cukup bina silaturahmi dengan kontak yang dimiliki dan tanyakan “ada yang bisa dibantu?”.

Hehe.

artikel ini disiapkan oleh:

Emil Yakhya

ini bio Emil

pertanyaan lebih lanjut hubungi via WhatsApp
Tags: ,
Categorised in: