Cara Menabung Untuk Yang Bergaji 1.5 juta

Halo bos bis semuanya! Assalamualaikum! Menabung sebenarnya menjadi kewajiban kita agar dapat menuju kebebasan finansial. Namun, banyak orang yang mengabaikannya karena gaji mereka terlalu kecil untuk menabung. Padahal, menabung itu bisa menyelamatkan keuangan kita di masa depan nanti. Contohnya, jika ada peristiwa pandemi seperti kemarin, PHK besar-besaran, dan kebanyakan orang kebingungan karean tidak punya tabungan sama sekali. Belajar dari peristiwa tersebut, yuk mulai menabung lagi.

Menabung itu harus dengan nominal besar?

Banyak yang berpikir, rasanya tanggung jika menabung dengan nominal kecil. Misalnya, 5 ribu rupiah, 10 ribu rupiah, atau 20 ribu rupiah. Padahal, kita bisa menabung dengan sukses bukan karena nominalnya yang besar, namun nominal kecil tapi konsisten. Konsisten inilah yang memang agak sulit dibangun oleh semua orang. Dengan membiasakan diri menabung, meski nominal kecil, jika dikumpulkan nantinya akan membesar juga. Persis seperti pepatah “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”.

Cara menabung dengan gaji 1.5 juta

Pernah dengar bahwa kebutuhan kita akan membesar seiring dengan membesarnya gaji kita. Apa iya benar kebutuhan bukan gaya hidup?

Kali ini oting akan memberikan cara bagi bos bis yang bergaji 1.5 juta. Sebenarnya tips ini juga dapat dipraktikkan oleh yang bergaji 15 juta sekalipun. Jadi mari kita mulai pembahasannya.

1. Alokasikan gaji dengan metode 70:20:10

Pertama, alokasikan gaji bos bis dengan metode 70:20:10. 70% kebutuhan, 20% tabungan, 10% keinginan. Jika dihitung dengan rumus gaji x pembagian (70%, 20%, 10%), maka akan muncul nominal masing-masing pos; kebutuhan = 1.050.000, tabungan = 300.000, keinginan= 150.000. Jadi dapat disimpulkan yang harus disisihkan untuk menabung adalah 300.000.

2. Alokasikan tabungan

Tabungan yang 20% tadi yaitu 300.000. Dapat dibagi ke beberapa pos;

  1. Dana darurat. Dapat digunakan saat ada kebutuhan mendesak seperti kena PHK, Biaya RS, atau jika dana kebutuhan bulanan tidak terpenuhi, kita bisa pakai dana darurat.
  2. Tabungan pendidikan anak. Dapat digunakan untuk persiapan anak sekolah. Dana ini dapat digunakan saat anak membutuhkan biaya pendaftaran sekolah atau membeli perlengkapan sekolah.
  3. Tabungan wajib. Tabungan untuk masa depan atau jika kita ingin membeli sesuatu.

Saran untuk pembagian tabungan bisa seperti ini. Dana darurat: 100.000, Tabungan pendidikan anak: 100.000, Tabungan wajib: 100.000. Namun, ini hanya perkiraan ya bos bis. Bos bis dapat membaginya sesuai dengan kebutuhan.

Terima kasih sudah membaca hingga akhir dan semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi oting dengan klik ikon whatsapp di bawah ini. Bos bis juga bisa mencari artikel lain dengan memasukkan kata kunci ke kolom pencarian yang ada di bagian atas halaman ini.

artikel ini disiapkan oleh:

Irma Nurhayati

Aku Irma. Pencinta buku yang suka berbagi pengalaman membacanya di blog dan sosial media.

pertanyaan lebih lanjut hubungi via WhatsApp
Categorised in: