Manajemen Keuangan Yang Seharusnya Diterapkan Dalam Setiap Usaha

Halo bos bis semuanya! Assalamualaikum! Saat memutuskan untuk mulai menjalankan usaha pastilah bos bis memiliki target umum yaitu mendapatkan keuntungan. Bahkan keuntungan dari usaha tersebut diharapkan mampu menggaji bos bis sendiri dan menambah karyawan. Namun, untuk mencapai hal tersebut, perlu usaha yang lebih terutama dalam hal manajemen keuangan. Manajemen keuangan yang baik akan mampu menopang jalannya setiap usaha yang bos bis lakukan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk usaha berskala besar saja, usaha kecil seperti usaha warung, toko kelontong, online shop moda kecil, bisa sukses jika manajemen keuangan bisa diterapkan dengan baik.

Manajemen keuangan yang harus diterapkan

Oting akan langsung saja ke pembahasan mengenai tips manajemen keuangan, atau yang lebih sederhana, tips mengelola keuangan yang harus diterapkan dalam setiap usaha bos bis. Diantaranya:

1. Mencatat Setiap Pengeluaran Usaha

Catat setiap uang yang keluar meski hanya 100 rupiah. Hal ini berguna untuk membuat laporan keuangan bulanan nantinya setiap tutup buku. Dengan adanya pencatatan ini juga, bos bis akan dapat mengetahui kemana uang bos bis pergi. Bos bis juga bisa dengan mudah memantau keuangan usaha bos bis untuk penentuan kebijakan jangka pendek.

2. Menyusun Budgeting

Budgeting atau perencanaan belanja pada umumnya merujuk pada perencanaan pengeluaran biaya. Bisa untuk berbelanja stok barang, biaya perlengkapan, peralatan, dll. Hal ini berguna agar pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan sekaligus mengontrol uang keluar. Saat perencanaan tidak sesuai dengan uang yang dimiliki, maka bos bis bisa memprioritaskan pengeluaran yang dianggap penting terlebih dahulu.

3. Pisahkan Keuangan Pribadi dengan Usaha

Salah satu kesalahan para penggiat usaha pemula adalah tidak memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Seringnya, penggiat usaha pemula memasukkan uang hasil usaha ke rekening pribadi. Padahal sebaiknya, uang hasil usaha memiliki rekeningnya sendiri. Hal ini diperlukan untuk lebih mudah memantau keuangan dan menghindari pemakaian tidak disengaja.

4. Mencatat Pemasukan Usaha

Seperti halnya mencatat pengeluaran, mencatat pemasukan juga penting dilakukan. Catat semua pemasukkan yang ada, bisa dari penjualan, bonus atau cashback reseller (jika bos bis seorang reseller), potongan diskon pengiriman, dan masih banyak lagi.

5. Mengawasi Arus Kas Usaha

Bos bis harus mengawasi arus kas usaha. Hal ini untuk menjamin terselenggaranya pencatatan kas yang akurat. Kas yang tersimpan, masuk dan keluar harus disahkan oleh personil yang berwenang atau bahkan bos bis sendiri. Singkatnya, agar meminimalisir terjadinya kecurangan.

6. Gunakan Laba Usaha

Penggunaan laba usaha bisa diperuntukkan untuk mengembangkan usaha. Misalnya, untuk biaya promosi atau penambahan modal. Bos bis juga harus menyisihkan laba usaha untuk investasi atau dana darurat. Hal ini berguna untuk menjamin usaha bos bis dapat terus berlangsung jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemisahan biayanya secara umum dibagi sebagai berikut : 50% modal, 20% investasi + dana darurat, 10% pengembangan usaha, 10% dana sosial, 10% reward.

Terima kasih sudah membaca hingga akhir, dan semoga bermanfaat. Jika bos bis masih memiliki pertanyaan, silahkan hubungi oting dengan klik ikon whatsapp di bawah ini. Cari artikel lainnya dengan mengetik kata kunci di kolom pencarian di bagian atas halaman.

artikel ini disiapkan oleh:

Irma Nurhayati

Aku Irma. Pencinta buku yang suka berbagi pengalaman membacanya di blog dan sosial media.

pertanyaan lebih lanjut hubungi via WhatsApp
Categorised in: