Manfaat dan Contoh Pengisian Kuitansi Utang Piutang

Halo bos bis semuanya! Assalamualaikum! Kuitansi seringkali ditemukan saat terjadinya transaksi pembayaran. Pembayar biasanya akan mendapatkan bukti kuitansi atas penyerahan uang untuk membayar sesuatu. Dan penerima uang akan menerima salinan dari kuitansi pembayaran tersebut. Selain pembayaran tunai, kuitansi juga dapat digunakan untuk utang piutang. Tujuannya sama, sebagai bukti pembayaran sah atas adanya transaksi kedua belah pihak. Kuitansi ini pun dapat menjadi pegangan jika terjadi masalah dikemudian hari. Misalnya, debitur yang mangkir membayar utangnya. kreditur dapat dengan mudah mengajukan gugatan dengan menunjukkan adanya bukti berupa kuitansi tersebut.

Seperti yang sudah oting sebutkan di artikel sebelumnya, kuitansi dapat menjadi bukti sah dan dapat digugat di pengadilan jika terdapat materai yang dibubuhkan tanda tangan. Karena kuitansi adalah akta di bawah tangan atas terjadinya transaksi yang tidak melibatkan notaris.

Manfaat kuitansi utang piutang

Utang piutang adalah perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban antara dua pihak yang melakukan transaksi. Dengan kata lain, kreditur meminjamkan sejumlah uang kepada debitur yang nantinya wajib dibayarkan oleh debitur sesuai dengan perjanjian di awal. Bisa dengan pelunasan dalam jangka waktu tertentu, atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengesahkan adanya transaksi tersebut, dapat menggunakan kuitansi utang piutang. Hal ini diperlukan agar dapat menghindari dan menyelesaikan masalah yang terjadi dikemudian hari.

Berikut ini adalah manfaat kuitansi dalam transaksi utang piutang, diantaranya;

  1. Sebagai bukti bahwa ada dana pinjaman yang diserahkan
  2. Kreditur tidak akan bisa melakukan perampasan seperti sita menyita harta oleh debitur dengan alasan membayar utang
  3. Menjadi bukti kuat jika perlu menggugat debitur ke ranah perdata
  4. Sebagai bukti pembayaran utang bagi debitur jika terjadi masalah pencatatan di pihak kreditur

Contoh pengisian kuitansi utang piutang

Perlu diketahui, informasi yang harus ada di dalam kuitansi antara lain;

  1. Nomor kuitansi
  2. Nama lengkap sesuai KTP
  3. Jumlah uang ditulis dengan bilangan dan angka
  4. Tanda tangan dan nama jelas kedua belah pihak
  5. Pembubuhan cap dan materai bila diperlukan

1. Contoh kuitansi transaksi perjanjian utang piutang

Contoh pertama ini adalah kuitansi sebagai bukti dimulainya perjanjian utang piutang dengan menyerahkan sejumlah uang dari pihak kreditur kepada debitur.

Kuitansi utang piutang
sumber : bukumitra.id

2. Kuitansi pembayaran pinjaman pertama

Kuitansi pembayaran pinjaman 1
Kuitansi pembayaran pinjaman 1
sumber: bukumitra.id

3. Kuitansi pembayaran pinjaman kedua

Kuitansi pembayaran pinjaman kedua
Kuitansi pembayaran pinjaman kedua
sumber: bukumitra.id

4. Kuitansi pembayaran pinjaman ketiga

Kuitansi pembayaran pinjaman ketiga
Kuitansi pembayaran pinjaman ketiga
sumber: bukumitra.id

Perhatian!

Jangan pernah menandatangani kuitansi kosong karena dapat disalahgunakan. Selalu gunakan nama lengkap sesuai KTP. Bea materai tidak diperlukan jika perjanjian utang piutang di bawah 5 juta rupiah.

Terima kasih sudah membaca hingga akhir dan semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi oting dengan klik ikon whatsapp di bawah ini. Bos bis juga bisa mencari artikel lain dengan memasukkan kata kunci ke kolom pencarian yang ada di bagian atas halaman ini.

artikel ini disiapkan oleh:

GR

full-time businessman. S1 T. Kelautan ITB. S2 MBA ITB.

pertanyaan lebih lanjut hubungi via WhatsApp
Categorised in: