Mengatur Keuangan Keluarga Dengan Gaji 1 Juta-an

Halo bos bis semuanya! Assalamualaikum! Kembali lagi oting dengan artikel bertema mengatur keuangan. Mengatur keuangan tidak hanya diperlukan bagi perusahaan saja, namun dalam skala rumah tangga pun hal ini amat sangat dibutuhkan. Baik itu bagi bos bis dengan penghasilan di atas 10 juta dan bagi bos bis dengan penghasilan 1 juta-an, semuanya perlu pengaturan keuangan yang tepat agar tidak terjadi kekurangan di akhir bulan. Dengan pengaturan keuangan yang tepat, gaji 1 juta-an pun akan tetap bisa menabung dan tidak kekurangan uang. Sebaliknya, dengan pengaturan keuangan yang tidak tepat, gaji di atas 10 juta pun akan tetap merasa kurang bahkan bisa sampai berutang kesana kemari atau lebih ngerinya lagi, terlilit pinjaman online. Tentu saja masalah seperti ini jangan sampai kita yang mengalami ya.

Baik kalau begitu oting akan langsung saja ke contoh kasus untuk pengelolaan rumah tangga dengan gaji 1 juta.

Contoh kasus pengelolaan rumah tangga gaji 1,8 juta

Dimisalkan, pasangan sudah menikah dengan kondisi yang perlu dinafkahi 2 dewasa dan 1 anak bayi dengan gaji 1,8 juta. Tidak punya cicilan, tidak punya beban sewa rumah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah rinci pengeluaran, utang, cicilan dan budgetkan di awal. Membuat anggaran belanja dan memisahkan post-post sesuai kategorinya.

Post wajib yang harus dipisahkan adalah

  1. Post kebutuhan sebanyak 70% dari gaji.
  2. Post tabungan sebanyak 20% dari gaji.
  3. Post keinginan sebanyak 10% dari gaji.

Contoh perhitungan anggaran keuangan gaji 1,8 juta

Sekarang kita akan mulai menghitung anggaran keuangan dengan gaji 1,8 juta.

Post kebutuhan 70% gaji. Total : 1.260.000

  1. Kebutuhan masak sehari-hari : 600.000
  2. Pampers anak : 150.000
  3. Kebutuhan cuci : 50.000
  4. Kebutuhan mandi : 50.000
  5. Bensin : 100.000
  6. Listrik : 120.000
  7. Gas : 40.000
  8. Pulsa HP : 50.000
  9. Kebutuhan dapur lain : 50.000
  10. Sedekah : 20.000
  11. Lain-lain : 30.000

Post tabungan 20% gaji. Total : 360.000

  1. Dana darurat : 100.000
  2. Tabungan pendidikan anak : 100.000
  3. Tabungan wajib : 100.000
  4. Investasi EMAS : 60.000

Post keinginan 10% gaji. Total : 180.000

  1. Jalan-jalan
  2. Beli baju
  3. Makan di luar

Namun, sebagai disclaimer, contoh perhitungan ini jangan dijadikan patokan karena setiap rumah tangga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Sesuaikan dengan kebutuhan bos bis dan anggarkan uang tanpa meninggalkan post tabungan. Post tabungan dan dana darurat tidak perlu banyak, yang penting konsisten menabung agar tidak kesulitan keuangan di kemudian hari. Contoh kasus ini oting ambil dari postingan salah satu akun di Instagram.

Terima kasih sudah membaca hingga akhir dan semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan silahkan hubungi oting dengan klik ikon whatsapp di bawah ini. Bos bis juga bisa mencari artikel lain dengan memasukkan kata kunci ke kolom pencarian yang ada di bagian atas halaman ini.

artikel ini disiapkan oleh:

Irma Nurhayati

Aku Irma. Pencinta buku yang suka berbagi pengalaman membacanya di blog dan sosial media.

pertanyaan lebih lanjut hubungi via WhatsApp
Categorised in: